Babydistro’s Blog

Apa yang terjadi pada istriku saat hamil 8 bulan ?

Posted by: Imron on: November 27, 2009

Hari ini hari raya idul adha. Jam empat pagi kami sudah bangun dan mulai bersiap-siap untuk melaksanakan shalat ied. Namun kemudian istriku mulai mengeluh mules, dia juga merasakan ada sesuatu yang keluar dari bagian penting dirinya. Sebelumnya dia berpikir itu keputihan, tapi setelah melihat apa yang terjadi, ternyata pendarahan.

Maka kami sekeluarga terserang kepanikan beberapa saat, tetapi langsung tersadar untuk menelepon Rumah Sakit Ibu dan Anak dan segera berangkat ke sana.

Di RSIA, istriku segera menjalani pemeriksaan USG, dan kami bertanya tentang berbagai kemungkinan. Apa karena malam sebelumnya bermotor ria? atau mungkin karena makan rujak atau apa?…

Di tengah duga-duga itu, dokter menyarankan agar istri sementara dirawat di tempat itu sampai sore hari. Dia disuntik untuk pematangan paru janin… waduh? kok tindakan pendarahan seperti itu? tapi dokter tak banyak berkata karena dia harus segera memeriksa pasien lainnya.

Aku pun tak mau menerima begitu saja, segera aku search di bah Google dan menemukan satu tulisan yang cukup menarik tentang hal ini… :

Rupanya begini menurut tulisan di blog tersebut :

“Salah satu perdarahan anterpartum yang paling banyak dialami para ibu hamil adalah plasenta previa. Artinya, plasenta yang letaknya dekat mulut rahim sehingga menutupi jalan lahir sang janin. Plasenta previa ini menurut dokter lulusan FKUI ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori, mulai dari plasenta previa ringan sampai yang berat.

Pertama, plasenta previa totalis, dimana plasenta menutupi seluruh jalan lahir, posisi ini sudah dapat dipastikan bahwa bayi harus lahir melalui cesar.

Kedua, plasenta lateralis, yakni hanya sebagian/ separuh plasenta yang menutupi jalan lahir. Posisi ini pun risiko perdarahannya masih besar dan biasanya tetap harus melakukan persalinan cesar.

Ketiga, plasenta previa marginalis, dimana hanya bagian tepi plasenta saja yang menutupi jalan lahir. Walaupun risiko perdarahan tetap besar, namun ada kemungkinan bisa melahirkan normal. Dan yang terakhir, plasenta letak rendah, dimana posisi plasenta 3-4 cm dari tepi jalan lahir. Meski bisa dibilang kecil dan bisa melahirkan normal, risiko perdarahan tetap ada.

”Plasenta previa mempunyai ciri khas tertentu. Misalnya, plasenta previa totalis. Biasanya, perdarahan posisi ini langsung banyak. Belum lagi, pada previa plasenta totalis, si ibu akan mempunyai episode perdarahan. Seiring membesarnya rahim, plasenta itu seolah-olah ikut tertarik dengan rahim,” urai dr. Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan yang berpraktek di RSIA Tambak, Jakarta Pusat ini. Nah, ketika plasenta bergeser, akan menimbulkan perdarahan sedikit, dan jika bergeser lagi, akan timbul perdarahan berikutnya. Sampai ketika bulannya, rahim berkontraksi dan akan menyebabkan pergeseran letak plasenta itu sendiri, sehingga sebagian palsenta akan lepas. Di sinilah akan terjadi perdarahan yang besar.

Pada plasenta previa, ketika darah keluar, ibu hamil tidak merasakan mulas atau nyeri pada bagain perut. Bahkan, perdarahan itu bisa terjadi tatkala dia bangun dari tidurnya. Namun, umumnya, ketika terjadi perdarahan, disertai dengan pecahnya ketuban terlebih dulu.

Ingat, jangan tunggu apakah darah yang keluar itu menjadi banyak. Kalau memang, perdarahannya masih sedikit, maka ada kemungkinan bayinya masih hidup. Apabila bayinya masih kurang bulan, menurut dr Oni, masih bisa dipertahankan dengan menggunakan obat agar perdarahannya berhenti. Sang jainin pun dipersiapkan untuk pematangan paru, kalau sewaktu-waktu ibunya terjadi perdarahan ulang. Jika sudah cukup bulannya, baru bayi itu dikeluarkan melalui operasi cesar.

O begitu… seruku …
selanjutnya aku mencari-cari apa sebenernya resiko-resiko yang terjadi pada ibu melahirkan.

Soalnya di hari itu juga, saya bertemu dengan seorang ibu yang pernah keguguran. Dia punya empat anak, anak pertama meninggal karena penyakit demam pada usia 6 tahun, anak ketiga dan keempat meninggal ketika masih dalam perut.

Waduh…
Semoga istriku baik-baik saja
dan ibu itu digantikan sesuatu yang lebih baik. Amiin

Strategi 4P untuk melatih kreativitas anak ?

Posted by: Imron on: November 27, 2009

Ketika menunggu pemeriksaan dokter terhadap istri yang tengah hamil 8 bulan, iseng-iseng aku baca buku rangkuman Nakita bertajuk “Mencetak anak kreatif”. Dijelaskan disitu bahwa ada strategi 4 P yaitu pribadi, pendorong, proses dan produk untuk membentuk kondisi demikian.

Anak membawa kepribadian masing-masing sehingga tidak bisa disamakan satu dengan lainnya, itu hal yang dirinci pada bagian “Pribadi”. Lebih lanjut dijelaskan bahwa jika anak berbeda jawaban dengan teman-temannya mengenai suatu hal misalnya kegunaan batu bata, mbo… ya dihargai juga, toh itu interpretasi dia terhadap suatu hal. Barangkali suatu saat interpretasinya mengarah pada bakat tertentu.

Dan hal ini memang yang aku jalankan saat ini. Mungkin agak sedikit nyeleneh dari temennya yang lain, ketika anakku menggambarkan kereta api dengan versinya. Ah… jangan-jangan suatu saat memang tipe kereta api seperti itu hehehehe…. Jadi inget tentang kisah para penemu dunia… sering diremehkan namun ternyata apa yang dibayangkan mereka bisa menjadi nyata. So pasti…. I always beside you my baby !!

Beri dukungan dan motivasi!!… begitu kira-kira fungsi kita sebagai “Pendorong”. Caranya ya berikan fasilitas, ga perlu mahal yang penting sesuai tujuan. Justru menghindarkan barang-barang yg serba otomatis agar kreativitasnya terangsang. Gehehehe… ini dia nih, alasan yang cocok buat istriku kalau dia mulai kalah dengan rengekan si kecil untuk dibelikan mainan yang serba mahal. ^_^

Jika kedua hal di atas sudah terpenuhi. Menurut si empunya catatan di majalah itu, adalah “Proses”. Kita dituntut mampu melihat proses bertahapnya dalam mengembangkan kreativitas. Bagiku sih agak sedikit sulit, karena kadang sudah merasa gregetan sendiri, kalau si kecil sudah melakukan ini itu yang menurut ku agak sedikit kurang tepat.

Nah terakhir adalah hasilnya. Anak lambat laun akan menghasilkan “Produk” dari hasil proses yang kontinu. Dan semua itu intinya menghargai.

Wah, pada dasarnya semua perkembangakn memang seperti itu, baik diorganisasi ataupun kreatifitas anak. Cuman memang seringkali kita tidak memandang sesuatu itu sebenarnya hampir sama. Seorang manajer sekalipun kadang tak menyadari bahwa melatih anaknya kreatif, ya ga jauh beda dengan melatih karyawannya kreatif. Atau barangkali sebenarnya dia gagal melatih anaknya di rumah, sehingga dia juga sulit melatih karyawannya…

Ga tau deh… cuman ini penting nih dibaca semua bos kalau mau perusahaannya berhasil gehehehe…

Regards,

Imron

Kaos yang dipakai, salah satu ekspresi anak

Posted by: Imron on: Mei 24, 2009

Seperti orang dewasa, anak juga rupanya sudah pandai berekspresi. Coba saja, biarkan mereka jalan sendiri di sebuah toko, maka mereka serta merta mendatangi satu barang yang menurut mereka menarik. Sudah hal yang biasa bukan ? Layaknya kita …

Perbedaannya, mereka hanya melihat dari sisi visual, sesuatu yang memang mereka mengerti pada usianya. Sedangkan kita tentu dengan pengalaman, pengetahuan dan masukkan dari beberapa teman, akan banyak alasan untuk memilih ini dan memilih itu. Sebagai orang tua, biarkan mereka berekspresi sesuka hati, kita hanya memantapkan batasnya. [Pasti mikir harga ... ^_^]

Kaos bagi mereka adalah benda yang dapat memberikan kepuasan. Puas karena mereka dapat menunjukkan satu gambar hero yang mungkin sekarang sedang banyak dipakai temannya, misalnya. Puas karena kaos yang dia pakai membuat seakan dirinya sama seperti hero di memorinya mungkin. Atau puas karena kaos yang dibeli orang tuanya membuat dirinya banyak dipuji.

Ayah, ibu tapi coba perhatikan…
Bagaimana dengan bahannya? nyamankah dipakai mereka ?
Apakah ada pesan yang ingin ayah ibu sampaikan kepada mereka ?
Biarkan mereka menikmati keinginannya tanpa mengenyampingkan niat dan maksud kita dengan pakaian yang kita berikan itu …

Contohnya ?
Satu desain babydistro “I love shalat”, yang dibuat dengan bahan yang nyaman membawa satu misi kepada si kecil pun ayah bunda untuk mengingat pesannya.

Jadi…
Beli yang sedikit beda dong … ^_^

by imr

Nge-games bareng anak

Posted by: Imron on: Mei 24, 2009

Anak memang peniru terbaik. Paling getol mengikuti gerak gerik orang tuanya. Apa yang dikerjakan orang tua pasti diam diam ditirunya. Jadi, memang harus hati-hati bersikap di depan anak. Dan itu bukan hal mudah.

Satu jalan yang membuat anak terarah adalah dengan melibatkan mereka dalam aktifitas kita. Misalnya saja, bundanya yang getol masak, tidaklah salah melibatkan sang anak untuk sama-sama masak. Malah bisa jadi alasan kan bu… kalau masakan gosong gehehehe… “Abis si kecil ikut masak hehehe”… Bebas deh dari kritikan sang suami.

Nah, buat kaum lelaki yang hobi bergames ria… Ayo libatkan anak dalam games-games seru. Salah satu nya :

Games.co.id
Permainan berbasis flash ini cukup menarik.Tak perlu mendownload, dan beberapa memang cukup simple untuk dimainkan. Jangan lupa batasi waktu karena kita toh ingin browsing juga toh ^_^.

Thomas dkk
Yang ini memang paling sering dimainkan. Dan bisa dipastikan memang sudah jadi candu bagi anak kami.

Buat games hp
Buat hp dengan symbian OS, bisa download gratisan di sini. Gamesnya cukup menarik.

Games hp sip juga
Di antara games-games hp. eit… cari yang cocok buat si kecil yah…

Oke sip, silahkan berburu.
Bergames lah dengan si kecil
Toh, ini memang sudah jamannya…
Jadi, kenapa dilarang?

by Imr

Anak Pintar – Anak Cerdas

Posted by: Imron on: Mei 24, 2009

Nun jauh sebelum kelahiran anak pertama, saya banyak-banyak berdoa supaya mendapatkan anak yang cerdas. Sedikit terinpirasi dengan film kartun Shin-chan yang biasa ditayangkan di televisi. Sepertinya lucu juga jika punya anak seperti itu… biar rada gokil tapi cerdas gehehehe.

Persepsi saya tentang anak cerdas berbeda dengan anak yang pintar. Anak cerdas adalah anak yang mampu menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Dia akan melihat situasi yang ada dan menggunakan apapun sebagai bagian dari solusi. Sedangkan anak yang pintar terkadang mendapat insiprasi “hanya” dari pengalaman yang pernah dia alami. Sehingga bila situasi berbeda, besar kemungkinan dia akan merasa sedikit kikuk.

Cukup lama saya mengamati dua hal ini. Biar kata amatiran, tapi ternyata mencari tahu tentang dua hal ini cukup menarik. Saya jadi sering membandingkan antara satu personal dengan personal lainnya. Akhirnya semakin kuatlah pendapat saya bahwa anak pintar dan anak cerdas memang berbeda !! Dan semakin yakinlah bahwa yang saya acungkan jempol bukan anak yang pintar saja, tapi cerdas!!

Suatu hari, mertua saya membagikan barang kepada dua cucunya, anak sepupu dan anak saya, dengan maksud untuk sama-sama berhitung. Dengan sigap anak saya memberikan beberapa barang itu ke saudaranya, dan menyisakan hanya satu untuk dirinya sendiri. Walhasil ketika disuruh berhitung dialah yang cukup cepat, karena barangnya cuman satu. Padahal dia cukup faseh menghapal bilangan sampai dua digit.

“Anak cerdas!! tapi males … gehehehe”

Di lain hari, dia mempergunakan keahliannya untuk mendapatkan keinginan. Sadar betul dibutuhkan oleh temannya yang sempat “pelit” untuk meminjamkan mainan, dia pergunakan tricky “pulang untuk kembali” agar mainan itu dapat dipinjamkan. Gehehehe…

Berdasarkan pengalaman dan beberapa masukkan membentuk anak cerdas itu tergantung sejauh mana kita sering memperkenalkan si anak pada berbagai situasi, sering berkomunikasi, dan memberikan makanan yang baik.

Jadi yah…
Kurang sepakat deh kalau terlalu memaksakan anak supaya belajar dan belajar di depan buku. Kasihan waktu terbuang begitu saja…
Padahal… justru kitalah yang harus lebih cerdas mengajarkan sesuatu yang baru dengan cara yang juga cerdas… tidak perlu musti di depan buku toh…
Misalnya… bisa kan berhitung sambil belanja gorengan …
atau belajar abjad sambil main pasir …

by imr

Bazar Baby distro di Depok

Posted by: Imron on: Mei 12, 2009

akhir april lalu baby distro ikut bazar di komplek Puri Bali Depok, responnya cukup bagus,banyak yang suka celana sarung anak. menurut mereka bahan sarungnya sangat ringan dan enak dipake terutama tuk di daerah panas. n desain kaosnya ok.

terima kasih tuk warga puri bali..

babydistro

kita sering kali mendengar anak-anak terkena batuk pilek,diare dan muntah terutama pada anak usia kurang dari 3 tahun, rasanya itu sudah menjadi penyakit langganan bagi batita. Cuaca yang kurang bersahabat sekarang ini dapat membuat anak kita rentan terkena penyakit tersebut. untuk menghindari semua itu tentunya harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat. makan makanan yang bergizi dapat memperkuat immunitas.saya pun pernah mengalami hal itu,anak saya mudah sakit terutama saat umurnya kurang dari 2 tahun.awalnya apabila anak saya sakit langsung saya bawa ke dokter, tapi lama-lama saya berpikir kasihan kalau harus sering diberi obat apalagi antibiotik, duh saya paling anti deh ngasih anak antibiotik sampe pernah waktu anak diare saya sedikit berperang mulut dengan dokter gara-gara saya ga mau antibiotik,akhirnya dokternya ngalah dan dia bilang bahwa dia ga menjamin kalau anak saya bisa sembuh,tapi ternyata alhamdulillah tuh dalam sehari langsung sembuh tanpa antibiotik.
ketika cuaca lagi jelek atau anak sedang dalam bepergian, siapkan daya tahan tubuh mereka agar kuat dengan memberi tambahan selain makanan utamanya seperi lebih banyak memberi buah-buahan, minum susu dan bisa juga suplemen vitamin anak. nah kalau anak sudah mulai batuk pilek cepat serang dengan makanan bergizi jangan langsung ke dokter, lihat dulu sampe seberapa parah batuk pileknya apalagi kalau anak ga demam kita ga perlu terlalu cemas, dan kalau anak diare dan muntah biasanya itu tanda anak masuk angin, cepat saja beri minum air kelapa ijo yang asli bisa ditambah gula sedikit supaya anak tertarik dan mau meminumnya, insyaAllah cepet deh sembuhnya. dan kalau anak diare ataupun sembelit coba beri minuman yang mengandung lactobaciillus, itu bisa menormalkan pencernaannya. sebisa mungkin kita jangan terlalu mudah memberi obat-obatan (kimiawi) pada anak,obat yang alami itu lebih aman dan yang penting, lebih baik mencegah penyakit itu datang.

120509
ansra

MEMAKSIMALKAN BAKAT ANAK

Posted by: Imron on: April 13, 2009

Memang tak mudah menemukan bakat pada diri seseorang lalu mengembangkannya menjadi kemampuan yang menonjol. Namun, tak ada salahnya menstimulusi anak agar bakatnya berkembang dalam dirinya.
• Stimulasi lingkungan
Ada baiknya mulai menstimulasi ke 5 indra anak dengan memberi lingkungan yang tepat. Mulai dinding kamar, mainan berwarna warni, makanan beraneka rasa, mengenalkan kain bertekstur halus dan kasar, memperdengarkan aneka bunyi-bunyian, dan sebagainya.

• Aktivitas bersama
Ajaklah si kecil menggambar, bernyanyi, membentuk benda dari tanah liat atau bermain, untuk memaksimalkan kemampuan dan semua potensi yang ada dalam dirinya.

• Kemampuan anak
Ketika anak menggambar atau mewarnai bersama teman-temannnya, perhatikan baik-baik! Jika ia melakukannya lebih baik dari teman-temannya, bias jadi itulah bakatnya. Bakat selalu ditandai oleh kemampuan di atas rata-rata dan perhatian tinggi.

• Jangan memaksa
Ingat!!! Berkembangnya kemampuan anak juga dipengaruhi kebahagiaan dan kepuasan yang dirasakannya. Jika anak berbakat terlalu dipaksakan dan diarahkan orang tua , bisa jadi ia tak lagi berminat pada hal itu.

By: Ratna Ayu
From: Tabloid Nova

JIKA BUAH HATI ANDA LAMBAN BERKEMBANG

Posted by: Imron on: April 13, 2009

Ketika melihat si kecil yang belum memiliki kemampuan sesuai perkembangan usianya, memang mengkhawatirkan. Berikut sejumlah cara yang bias dilakukan bila anak anda lamban berkembang.
• Tetap perhatikan dan penuhi kebutuhan nutrisnya sehari-hari
• Stimulasi dengan banyak melibatkan diri pada aktivitas anak
• Ajak dan dukung anak agar lebih aktif
• Perhatikan ukuran fisik dan gejala klinis yang ada
• Jika ditemui kejanggalan, bawa segera ke dokter anak untuk diperiksa status kesehatannya.

By: Ratna ayu
Sumber : Tabloid nova

Hidangkan semenarik mungkin
Hidangkan sayuran di mangkok ataw dipiring dengan porsi yang kecil dan sajikan dengan lebih bervariasi dan ditata semenarik mungkin.

Contoh yang baik
Pastikan anda juga mengisi piring makan anda dengan sayuran. Riset menunjukkan, bahwa jumlah makanan yang ada di piring anak sebenarnya langsung berhubungan dengan jumlah yang ada di piring ibu.

Ajak anak berbelanja
Jelajahi setiap lorong sayuran yang ada di supermarket sehingga anak anda bisa melihat beragam buah dan sayur. Biarkan dia memilih sayuran yang ingin disantapnya.

Ajak anak anda ke dapur
Libatkan mereka dalam kegiatan memasak. Berikan tugas-tugas yang paling mudah.

Sodorkan pilihan
Cukup hidangkan 2 atau 3 jenis sayuran berbeda dalam jumlah sedikit di piring makan anak anda. Aneka jenis makanan justru menjadi kunci dari banyaknya asupan gizi.

By: Ratna Ayu

Blog Stats

  • 2,597 hits

 

Februari 2010
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

babydistro.wordpress.com >> Juga Toko Online

Si kecil, anak kesayangan anda tentu makin besar makin pandai bergaya. Tentu saja anda sebagai orang tua selalu menjadi trend setter pertama baginya. Lalu mengapa tidak difasilitasi ? Babydistro.wordpress.com, menawarkan pilihan bagi kebutuhan ekspresi anak anda dengan bahan kualitas distro. Anda berbelanja sekaligus mengajarkan si kecil ber-infaq, karena dari setiap baju yang dibeli, akan kami sisihkan 2.5% dari harga jual.

Status kaos >> Rp. 50.000,- >> habis